ARTICLE NEWS

Generasi Muda Jogja Siap Ubah Ide Jadi Nyata di BlackInnovation 2016

Lompat dari kota Semarang, Tim BlackInnovation 2016 melanjutkan Campus Roadshow ke kota gudeg, Yogyakarta. Acara ini digelar di Gedung pusat Kebudayaan koesnadi Hardjasoemantri, Universitas Gajah Mada. Serupa dengan kampus-kampus sebelumnya, acara yang digelar meriah ini menyuguhkan mini expo desain produk, pendaftaran kompetisi Blackinnovation 2016, serta main event yang adalah talkshow bertema "Innovation as an Ability to Convert Ideas into Values."

Memberi sambutan, Endro Trisusanto, MSN. Dosen desain produk Institut Seni Indonesia dan dosen luar Komunikasi Fisipol UGM mengatakan "Inovasi adalah salah satu sarana perkembangan dunia semenjak dahulu, untuk berinovasi kita perlu 3 hal yakni, mengamati, menirukan, dan mengubah serta dalam era globalisasi ini kita perlu menambahkan satu poin lagi yaitu, mengembangkan."

Banyak bahasan yang dikaji dalam talkshow ini dan untuk berguru, berbagi pengalaman, dan mendapat inspirasi juga informasi, tiga orang pembicara pun dihadirkan termasuk Svasti Manggalia owner Svas Living, Aulia Fa'aqih selaku CEO dan founder Dirakit, dan Arifin Bong sebagai perwakilan penyelenggara BlackInnovation 2016

Pada dasarnya, inovasi menurut kacamata Aulia Faqih merupakan suatu proses untuk membuat sesuatu yang baru, juga konsistensi dalam melakukannya. Tak lepas dari bahasan ini, kreatifitas adalah salah satu sarana untuk mencapai inovasi itu sendiri. Svasti Manggalia berpendapat jika "kreatifitas itu tidak hanya berbatas pada bidang artisitik saja, namun sangat luas dan dapat ditemukan pada kehidupan kita sehari-hari, its a way of life."

Untuk memunculkan inovasi dan kreasi, tentunya kita butuh ide, menurut Aulia, "untuk memunculkan ide kita butuh pemikiran untuk mencari solusi, karena masalah itu ada di mana-mana."

Apakah kreatifitas itu bisa dipelajari? "sangat bisa, karena sesungguhnya kita sudah diberikan alat untuk berkreasi yakni otak, tinggal bagaimana kita mengasahnya dan tekun pada hal tersebut."

Berbagai materi mengenai kreatifitas dan inovasi telah dipaparkan oleh pembicara, kini giliran kompetisi BlackInnovation 2016 secara teknis dijelaskan, menambal keingintahuan peserta talkshow yang rata-rata mahasiswa dari berbagai kampus ternama di Yogyakarta. Pertanyaan pun terlontar dari seorang peserta mengenai kategori baru dalam BlackInnovation 2016 yakni IoT atau Internet of Things.

Arifin Bong selaku perwakilan penyelenggara BlackInnovation 2016 menjawab "melihat perkembangan dunia yang akan semakin digital, kita tidak ingin ketinggalan dan menjadi salah satu pelopor untuk mengompetisikan produk berbasis internet yang kini sedang hype."

Peserta kini dapat mendaftarkan produk dengan scoop yang lebih luas, tidak hanya produk desain, kini produk IoT pun bisa dijamah, bahkan kombinasi keduanya dapat membuat inovasi peserta lebih istimewa. Peserta dapat mendaftarkan diri sebagai individu maupun kelompok maksimal 3 orang, dan satu tim hanya boleh mengajukan satu ide saja.

Kesempatan terbuka lebar, pintu telah terbuka, ayo tunggu apalagi, segera gabung di BlackInnovation 2016 dengan mendaftarkan secara online di http://blackinnovation. blackxperience.com/user/ registration, atau mendaftar langsung secara offline pada saat ajang roadshow BlackInnovation 2016. Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 12 November dan Anda dapat mengunjungi situs BlackXperience.com untuk informasi lebih lengkap mengenai kompetisi inovasi terbesar di Indonesia, BlackInnovation 2016. [leo/timBX]